Alhidayah hidayatan

Bismillah
Assalamu’alaikum


Hidayah itu ada dua
Hidayah menuju Islam dan Hidayah didalam Islam

Hidayah menuju Islam yaitu Hidayah yg diberikan kepada orang-orang diluar Islam untuk memeluk Islam dan menjadi muallaf.

Dari agama apapun mereka berasal ketika mereka telah mendapatkan Hidayah ini maka mereka akan meninggalkan agama mereka lalu masuk Islam, inilah yang disebut dengan Hidayah ilal Islam atau Hidayah menuju Islam.

Hidayah yang kedua yaitu Hidayah fil Islam atau Hidayah didalam Islam. Kaum Muslimin yg telah memeluk Islam sejak lama belum tentu mendapatkan Hidayah ini, pada kenyataannya banyak dari kaum Muslimin yg masih salah jalan, masih menempuh jalan yang tidak direkomendasikan oleh Allah Subhanahu Wata’ala.

Banyak dari mereka yg sholatnya belum baik, tauhidnya masih keliru, aqidahnya belum lurus, maksiatnya masih menjadi-jadi, dan lain-lain.

Sebagian dari kaum Muslimin ada yg berusaha sungguh-sungguh untuk memperbaiki jalannya, meluruskan agamanya, dan mencari hakikat kebenaran dalam Islam, mereka inilah sesungguhnya yang pantas mendapatkan Hidayah ini.

Mereka memohon dengan penuh kesungguhan kepada Allah Subhanahu Wata’ala disetiap sholat ketika membaca surah Alfatihah, ya Allah.., tunjukilah kami jalan yang lurus, jalan orang-orang yang Engkau berikan nikmat kepada mereka, bukan jalan orang-orang yg Engkau murkai, bukan pula jalan orang-orang yg sesat.

Dan anda mungkin termasuk diantaranya. Tapi sayang sekali jika mereka belum paham mekanisme Allah Subhanahu Wata’ala dalam program Hidayah Nya, hingga menempuh jalan yang salah lalu terjebak dalam fanatisme kelompok, nasionalisme, dan yang lainnya, dan pada akhirnya terjatuh kedalam beragam sentimen, sentimen kelompok, ras, suku, bangsa dan berujung pada porak porandanya persatuan dan kesatuan yg sejatinya merupakan cita cita terbesar dalam Islam.

Mekanisme Allah Subhanahu Wata’ala dalam program Hidayah inilah yang patut kita kaji dan fahami.

Allah Subhanahu Wata’ala berfirman
At-Taubah : 33

هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَىٰ وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ

Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan (membawa) petunjuk dan agama yang benar agar Dia mengunggulkannya atas semua agama walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai.

Dengan mencermati ayat diatas kita akan memahami mekanisme Allah Subhanahu Wata’ala dalam program Hidayah, yaitu Allah akan mengutus utusan atau rasul, yang telah dibekali petunjuk atau Hidayah sebagai agama yang benar dari sisi Allah Subhanahu Wata’ala.

Rasul inilah yg mengajarkan ummat Hidayah atau petunjuk lalu bersama dengan para pengikutnya beliau memperjuangkan Hidayah ini sebagai agama yang benar, Allah Subhanahu Wata’ala senantiasa bersama mereka dan menolong mereka hingga mencapai kesuksesan tertinggi yaitu ketika telah mampu mengatasi semua agama yg menentang.

Sebagai sunnatullah maka mekanisme ini akan selalu tetap demikian dari dahulu hingga hari kiamat, kita dapati dalam kisah perjuangan para nabi dan rasul mekanismenya selalu sama sejak nabi Nuh ASS hingga Nabi Muhammad Shollallahu alaihi wassalam.

Allah Subhanahu Wata’ala berfirman
An-Nisā : 69

وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَٰئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ ۚ وَحَسُنَ أُولَٰئِكَ رَفِيقًا

Siapa yang menaati Allah dan Rasul, mereka itulah orang-orang yang bersama orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, (yaitu) para nabi, para shiddiqun, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.

Dan berfirman An-Nisā : 64

وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ رَسُولٍ إِلَّا لِيُطَاعَ بِإِذْنِ اللَّهِ ۚ وَلَوْ أَنَّهُمْ إِذْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ جَاءُوكَ فَاسْتَغْفَرُوا اللَّهَ وَاسْتَغْفَرَ لَهُمُ الرَّسُولُ لَوَجَدُوا اللَّهَ تَوَّابًا رَحِيمًا

Kami tidak mengutus seorang rasul pun, kecuali untuk ditaati dengan izin Allah. Seandainya mereka (orang-orang munafik) setelah menzalimi dirinya datang kepadamu (Nabi Muhammad), lalu memohon ampunan kepada Allah, dan Rasul pun memohonkan ampunan untuk mereka, niscaya mereka mendapati Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.

Dua ayat ini menegaskan bahwa Hidayah, petunjuk, kebersamaan dgn orang-orang yg diberi nikmat dari para nabi, shiddiqun, syuhada’, dan orang-orang sholeh hanya bisa diperoleh dg mentaati Allah dan Rasul.

Dan berfirman An-Nisā : 80

مَنْ يُطِعِ الرَّسُولَ فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ ۖ وَمَنْ تَوَلَّىٰ فَمَا أَرْسَلْنَاكَ عَلَيْهِمْ حَفِيظًا

Siapa yang menaati Rasul maka sungguh telah menaati Allah. Siapa yang berpaling, maka Kami tidak mengutus engkau (Nabi Muhammad) sebagai pengawas mereka.

Maka ketaatan kepada Rasul Allah Subhanahu Wata’ala adalah kunci Hidayah.

Sudahkah anda mengetahui keberadaan sang Rasul,
Sudahkah anda bersama sang Rasul..
Sudahkah anda mendengar dan taat kepada sang Rasul..
Sudahkah anda berjuang bersamanya?!

Inilah pertanyaan penting yang harus dipastikan dan menjadi tolak ukur dalam memastikan diri, apakah telah mendapatkan Hidayah fil Islam atau belum!!!..

Wallahul musta’an.

Tinggalkan Komentar