Bismillah
Assalamualaikum
Pada artikel kami sebelumnya dg judul Hidayah hidayatan telah dibahas tentang pentingnya keberadaan kita bersama Rasul dan pentingnya keberadaan Rasul bersama kita, maka artikel kali ini membahas tentang hakikat Nabi dan Rasul.
Pandangan lama tentang hal ini mengenai perbedaan antara Nabi dan Rasul yang banyak disampaikan oleh para tokoh bahwa Nabi belum tentu sebagai Rasul, sedang Rasul sudah pasti adalah seorang Nabi.
Pandangan ini sudah saatnya diperbaharui dg yg baru yaitu bahwa seorang Nabi sudah pasti adalah Rasul sedang seorang Rasul belum tentu sebagai Nabi, Pandangan baru inilah yang akan di bahas kali ini beserta dalil-dalilnya.
Alqur’an telah menegaskan bahwa Nabi Muhammad Shollallahu alaihi wassalam adalah penutup para Nabi.
Tapi tidak menegaskan bahwa beliau adalah penutup para Rasul.
Seseorang yg berkeyakinan dg pandangan lama tentu akan menolak dan mendustakan keberadaan Rasul yg akan datang setelah Nabi Muhammad Shollallahu alaihi wassalam, dg alasan bahwa Nabi Muhammad Shollallahu alaihi wassalam adalah penutup Nabi dan Rasul.
Karena itu amat penting bagi sahabat pembaca mengkaji dalil-dalil berikut, Allah Subhanahu Wata’ala berfirman,
Al-Furqān : 30
وَقَالَ الرَّسُولُ يَا رَبِّ إِنَّ قَوْمِي اتَّخَذُوا هَٰذَا الْقُرْآنَ مَهْجُورًا
Rasul berkata, “Wahai Tuhanku, sesungguhnya kaumku telah menjadikan Al-Qur’an ini (sebagai) sesuatu yang diterlantarkan.”
Rasul yg disebut dalam ayat ini tentu bukan Nabi Muhammad Shollallahu alaihi wassalam, melainkan Rasul yg datang setelah Nabi Muhammad yaitu Almahdy, dimana beliau dapatkan dizaman itu dimana alqur’an hanya jadi pajangan di rak, atau kaligrafi yg sulit dimengerti.
Dan berfirman As-Sajdah : 24
وَجَعَلْنَا مِنْهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا لَمَّا صَبَرُوا ۖ وَكَانُوا بِآيَاتِنَا يُوقِنُونَ
Kami menjadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami selama mereka bersabar dan selalu meyakini ayat-ayat Kami.
Ayat ini adalah bersifat umum bukan hanya bagi bani Israil tapi juga bagi ummat Nabi Muhammad Shollallahu alaihi wassalam hingga hari kiamat, yaitu tatkala mereka diuji dg berbagai macam ujian, namun mereka tetap sabar dan yakin terhadap ayat-ayat Allah Subhanahu Wata’ala dalam alqur’an, maka disaat itulah Allah Subhanahu Wata’ala akan mengutus seorang Rasul dari kalangan mereka yg membawa petunjuk atau Hidayah dan membimbing kaumnya dg petunjuk itu atas perintah Allah Subhanahu Wata’ala, serta menyelamatkan kaumnya dari berbagai ujian dan keterpurukan yang melanda.
Begitu pula bahwa Nabi Muhammad Shollallahu alaihi wassalam telah memberikan kabar gembira kepada ummatnya akan kedatangan Almahdy yang akan mengeluarkan ummatnya dari kegelapan menuju cahaya, dari keterpurukan menuju kejayaan, dan tentu saja Almahdy termasuk salah satu dari Rasul Allah Subhanahu Wata’ala yg akan datang setelah Nabi Muhammad Shollallahu alaihi wassalam.
Wallahul musta’an.