Bismillah
Assalamualaikum
Allah Subhanahu Wata’ala berfirman Al-Mā’idah : 54
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَنْ يَرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا يَخَافُونَ لَوْمَةَ لَائِمٍ ۚ ذَٰلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
Wahai orang-orang yang beriman, siapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka Allah akan datang dengan suatu kaum yang Dia mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang-orang mukmin dan bersikap tegas terhadap orang-orang kafir. Mereka berjihad di jalan Allah dan tidak takut pada celaan orang yang mencela. Itulah karunia Allah yang diberikan-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki. Allah Mahaluas lagi Maha Mengetahui.
Bacalah dan renungkan makna yg dikandung ayat diatas, Allah Subhanahu Wata’ala memperingatkan orang-orang yg beriman “barang siapa diantara kalian yang murtad dari agamanya”, ini adalah indikator bahwa akan datang masanya orang-orang beriman banyak yg murtad, disaat itulah Allah Subhanahu Wata’ala meninggalkan orang-orang itu dan memilih orang lain untuk memperjuangkan Islam, yaitu kalian wahai kaum muallaf.
Bagaimana mungkin seorang yg beriman bisa murtad ?!
Perlu disadari bahwa kita hidup disuatu zaman yg sudah terlampau jauh dari zaman Nabi Shollallahu alaihi wassalam. Dizaman inilah kita dapati hakikat terbolak balik, kebenaran disangka kebatilan, petunjuk dianggap sesat, Kesesatan disangka petunjuk, kebenaran dan kebatilan tercampur aduk satu sama lain, dan lain-lain.
Maka bisa jadi seseorang yang bersungguh-sungguh dalam ibadah namun tanpa sadar dirinya dinyatakan sesat oleh Allah Subhanahu Wata’ala, perhatikan ayat berikut Al-Kahf : 103-104
قُلْ هَلْ نُنَبِّئُكُمْ بِالْأَخْسَرِينَ أَعْمَالًا
الَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعًا
Katakanlah “maukah kami beri tahukan kalian ttg orang-orang yang paling rugi perbuatannya ?”
(Yaitu) orang-orang yang sia-sia usahanya dalam kehidupan dunia, sedangkan mereka mengira bahwa diri mereka berbuat yg sebaik-baiknya.
Orang-orang beriman dalam ayat ini dikatakan murtad bukan karena mereka berpindah agama, tetapi karena mereka beragama tidak berdasarkan firman Allah dan sabda Rasul, melainkan hanya berdasarkan fatwa-fatwa alim ulama, ustadz dan kyai.
Sama persis dengan Yahudi dan Nasrani dimana agamanya diatur oleh para pendeta, rahib, pastor dan semacamnya.
Kalimat “Allah akan datang bersama suatu kaum yang Allah cintai” ini adalah isyarat bahwa Allah Subhanahu Wata’ala akan membangkitkan kembali agama yg benar ini melalui orang-orang pilihanNya dan memerangi kaum murtad itu bersama Rasul Allah yaitu Almahdy dan pengikutnya, kecuali mereka yg mau gabung bersama Rasul Allah Almahdy.
Ciri-ciri pengikut Almahdy yg disebutkan dalam ayat ini persis sama dengan ciri sahabat Nabi Muhammad Shollallahu alaihi wassalam dalam Al-Fath : 29
مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ ۚ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ ۖ تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا ۖ سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِمْ مِنْ أَثَرِ السُّجُودِ ۚ ذَٰلِكَ مَثَلُهُمْ فِي التَّوْرَاةِ ۚ وَمَثَلُهُمْ فِي الْإِنْجِيلِ كَزَرْعٍ أَخْرَجَ شَطْأَهُ فَآزَرَهُ فَاسْتَغْلَظَ فَاسْتَوَىٰ عَلَىٰ سُوقِهِ يُعْجِبُ الزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِهِمُ الْكُفَّارَ ۗ وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ مِنْهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا
Nabi Muhammad adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengannya bersikap keras terhadap orang-orang kuffar, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu melihat mereka rukuk dan sujud mencari keutamaan Allah dan keridaan-Nya. Pada wajah mereka tampak tanda-tanda bekas sujud. Itu adalah sifat-sifat mereka dalam Taurat. Sedang dalam Injil, yaitu seperti benih yang mengeluarkan tunasnya, kemudian tunas itu makin kuat, lalu menjadi besar dan kokoh di atas batangnya. Tanaman itu menyenangkan hati orang yang menanamnya. Keadaan mereka membuat geram orang-orang kuffar. Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.
Wallahul musta’an.