Klaim Ahlussunnah Waljamaah

Bismillah
Assalamualaikum

Klaim Ahlussunnah Waljamaah

Dalam mengamati fenomena Islam masa kini didapati klaim ahlussunnah waljamaah seakan telah mendarah daging pada sebagian kaum Muslimin, seolah bagi mereka Islam itu adalah ahlussunnah wal jamaah kalau bukan maka bukan Islam, atau Sesat dan bid’ah.

Menyanjung diri sendiri termasuk prilaku yang tercela, Allah Subhanahu Wata’ala melarang dari prilaku ini.

Yahudi dan Nasrani telah menyanjung diri sendiri dg mengatakan, “kamilah anak-anak Allah, dan orang-orang yang dicintai Allah”,

Dan mengatakan “tidak ada yang pantas masuk Surga selain Yahudi dan Nasrani”. Maka Allah Subhanahu Wata’ala menjadikan hal ini pelajaran bagi kaum Muslimin dengan Firman-Nya, An-Nisā : 49-50

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ يُزَكُّونَ أَنْفُسَهُمْ ۚ بَلِ اللَّهُ يُزَكِّي مَنْ يَشَاءُ وَلَا يُظْلَمُونَ فَتِيلًا
انْظُرْ كَيْفَ يَفْتَرُونَ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ ۖ وَكَفَىٰ بِهِ إِثْمًا مُبِينًا

“Tidakkah engkau perhatikan orang-orang yang menyanjung diri mereka, bahkan Allah memuji siapa yang dikehendaki dan mereka tidak dianiaya sedikitpun, perhatikanlah, betapa mereka telah mengadakan dusta atas Allah, dan cukuplah itu sebagai dosa yang nyata” (An-Nisa 49-50).

Demikianlah tingkah Yahudi dan Nasroni yang dianggap kedustaan atas Allah dan perbuatan dosa yang nyata.

Kaum ahlussunnah wal jamaah datang dengan slogan, kami diatas Sunnah, kami diatas aljamaah, seolah berkata kamilah yang berada diatas kebenaran, kamilah yang pantas masuk Surga, apakah ungkapan seperti ini benar dan dapat dibenarkan ?!

Yang namanya diatas Sunnah adalah bila seseorang berada diatas Al jamaah, dan yg namanya diatas Aljamaah adalah bila seseorang bersatu dengan pemimpinnya atau punya pemimpin yang mempersatukan mereka, Nabi Shollallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda “Barang siapa yang meninggalkan aljamaah satu jengkal saja ia telah memutuskan kalung Islam yang ada dilehernya ” (Tirmidzy 2790).

“Aljamaah” artinya kaum Muslimin beserta pemimpinnya yaitu Almahdy atau khalifah, Bila tidak ada pemimpin maka tidak ada Aljamaah, yang ada hanya kelompok-kelompok yang berpecah belah.

sedang “kalung Islam” yang disebutkan dalam hadist ini maknanya adalah baiat, Nabi Shollallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “barang siapa yang mati sedang dilehernya tidak ada baiat dia mati diatas jahiliyah” (Muslim 3441)

Bila anda perhatikan kaum Muslimin saat ini, apakah mereka punya pemimpin yang mempersatukan ?!, jawabnya, tidak, bahkan mereka berada diatas perpecahan, maka apakah kaum Muslimin saat ini dapat dikatakan diatas Sunnah?!

Namun betapa aneh dan ganjil tatkala mereka mengklaim diri diatas Sunnah dan berada diatas Aljamaah dengan slogan “ahlussunnah waljamaah”, wallahul musta’an.

Dalam perkembangannya entitas ini mengalami pergolakan yg ekstrem, tumbuhlah diatasnya berbagai firqoh, sekte dan aliran, yg masing masing dg klaim kebenaran mutlak saling berebut pengakuan sebagai pemilik entitas dan menuding kelompok lain telah keluar dari ahlussunnah wal jamaah.

Wallahul musta’an.

Tinggalkan Komentar