Berpecah Belah itu Adzab

Bismillah
Assalamu’alaikum

Allah Subhanahu Wata’ala berfirman, An-Nūr : 63

فَلْيَحْذَرِ الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَنْ تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

“hendaklah takut orang-orang yang menyelisihi perintahnya, jangan sampai ditimpa fitnah atau ditimpa adzab yang pedih” (an nur 63). 

Fitnah dalam ayat ini maknanya perpecahan yang sampai pada tingkat meresahkan, sedang adzab yang pedih maknanya adzab di dunia, ini sebagaimana diterangkan Allah Subhanahu Wata’ala dalam firmanNya, Al-An’ām : 65

قُلْ هُوَ الْقَادِرُ عَلَىٰ أَنْ يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عَذَابًا مِنْ فَوْقِكُمْ أَوْ مِنْ تَحْتِ أَرْجُلِكُمْ أَوْ يَلْبِسَكُمْ شِيَعًا وَيُذِيقَ بَعْضَكُمْ بَأْسَ بَعْضٍ ۗ انْظُرْ كَيْفَ نُصَرِّفُ الْآيَاتِ لَعَلَّهُمْ يَفْقَهُونَ

“katakanlah, dia kuasa mendatangkan pada kalian adzab dari atas atau dari bawah tapak kaki kalian atau menjadikan kalian berkelompok-kelompok hingga sebagian merasakan keganasan dari yang lain, Perhatikanlah, bagaimana Kami menjelaskan berulang-ulang tanda-tanda (kekuasaan Kami) agar mereka memahaminya” (al an’am 65).

Kalimat “mendatangkan pada kalian adzab dari atas atau dari bawah tapak kaki kalian” merupakan tafsiran dari adzab yang pedih, 

sedang kalimat “menjadikan kalian berkelompok-kelompok hingga sebagian merasakan keganasan dari yang lain” merupakan tafsiran dari fitnah.

Kalimat “hingga sebagian merasakan keganasan dari yang lain” inlah konsekwensi dari perpecahan, keganasan yang paling ringan adalah ketika mereka saling membelakangi satu sama lain, tidak saling sapa dan tidak saling peduli, ketika mereka saling tahdzir, saling hajr, saling mempermalukan, 

Padahal Nabi Shollallahu ‘Alaihi Wasallam mengingatkan. “ janganlah kalian saling dendam, saling dengki, saling membelakangi, jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara, dan tidak halal bagi seorang membelakangi saudaranya lebih dari tiga hari” (muttafaq alaih, Bukhari 5612).

Dan yang paling berat adalah ketika mereka saling penggal leher satu atas yang lain, saling menghalalkan darah, harta, nyawa, kehormatan, anak anak, dan wanita.

Maka perselisihanlah yang menyebabKan Allah Subhanahu Wata’ala mengangkat berkah dari persaudaraan, kasih sayang dan tolong menolong yang dahulu menghiasi ummat ini hingga Seorang sahabat pernah berkata, “dahulu aku dapati manusia lebih mencintai saudaranya dari hartanya, namun kini aku dapati manusia lebih mementingkan harta dari saudaranya”.

Fenomena yang menghiasi dunia Islam saat ini dimana mereka bekerja sendiri sendiri dalam menghadapi musuh masing-masing tanpa dapat mengharapkan bantuan dari saudaranya seiman, sehingga wajar bila kaum Muslimin dimana-mana lemah, kalah dan hina hingga menjadi bulan-bulanan musuh musuhnya.

Nabi Shollallahu alaihi wassalam bersabda “telah dekat masanya dimana ummat ummat akan berdatangan memperebutkan kalian seperti memperebutkan makanan diatas meja. Apakah karena jumlah kami sedikit?

Bahkan jumlah kalian pada waktu itu sangat banyak tapi kalian bagai buih yg dibawa banjir,Telah dicabut rasa gentar musuh terhadap kalian, dan dihati kalian dicampakkan penyakit wahn, yaitu cinta dunia dan takut mati.

Berpecah belahnya ummat merupakan fitnah dan adzab yang Allah turunkan kepada ummat ini karena perbuatan durhaka atau meyelisihi tuntunan Allah dan Rasul-Nya, mereka hanya berpegang atau bertaqlid buta pd fatwa-fatwa ulama, ustadz, kyai, syekh dan semacamnya.

wallahul musta’an.

Tinggalkan Komentar