Bismillah
Assalamualaikum
Allah Subhanahu Wata’ala berfirman, Al-A’rāf : 172
وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنْ بَنِي آدَمَ مِنْ ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ ۖ قَالُوا بَلَىٰ ۛ شَهِدْنَا ۛ أَنْ تَقُولُوا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَٰذَا غَافِلِينَ
(Ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan dari tulang punggung anak cucu Adam, keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksiannya terhadap diri mereka sendiri (seraya berfirman), “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab, “Betul (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi.” (Kami melakukannya) agar di hari Kiamat kamu (tidak) mengatakan, “Sesungguhnya kami lalai terhadap hal ini.”
Konsekwensi dari perjanjian ini mentauhidkan Allah Subhanahu Wata’ala dalam rububiyah, mulkiyah, dan uluhiyah, Allah Subhanahu Wata’ala berfirman An-Nās : 1-3
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاس
مَلِكِ النَّاس
إِلَٰهِ النَّاسِ
Katakanlah aku berlindung kepada pemelihara manusia, Raja manusia, sembahan manusia.
Mentauhidkan Allah dalam rububiyah artinya mengakui dan menetapkan Allah satu-satunya Pencipta, pengatur, dan pengelola alam semesta, Allah Subhanahu Wata’ala menciptakan manusia. Juga segala yang ada dilangit dan bumi di alam nyata dan di alam ghaib Allah menciptakannya, memeliharanya dan menundukkannya untuk manusia dikehidupan dunia.
Begitupula segala nikmatNya Allah curahkan buat manusia lahir dan batin, agar manusia menyadari hal itu semua lalu beribadah kepadaNya saja dan tidak mensekutukanNya dengan sesuatupun, Allah Subhanahu Wata’ala berfirman, 2.Al-Baqarah : 29
هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُمْ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا ثُمَّ اسْتَوَىٰ إِلَى السَّمَاءِ فَسَوَّاهُنَّ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ ۚ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
Dialah (Allah) yang menciptakan segala yang ada di bumi untukmu, kemudian Dia menuju ke langit, lalu Dia meratakannya menjadi tujuh langit. Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.
Dan berfirman, Al-Baqarah : 21
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Wahai manusia, sembahlah Rabb kamu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang yang sebelum kamu agar kamu bertakwa.
Dan berfirman, 31.Luqmān : 20
أَلَمْ تَرَوْا أَنَّ اللَّهَ سَخَّرَ لَكُمْ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَأَسْبَغَ عَلَيْكُمْ نِعَمَهُ ظَاهِرَةً وَبَاطِنَةً ۗ وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يُجَادِلُ فِي اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَلَا هُدًى وَلَا كِتَابٍ مُنِيرٍ
Tidakkah kamu memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah telah menundukkan apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi untukmu. Dia (juga) menyempurnakan nikmat-nikmat-Nya yang lahir dan batin untukmu. Akan tetapi, di antara manusia ada yang membantah (keesaan) Allah tanpa (berdasarkan) ilmu, petunjuk, dan kitab suci yang menerangi.
Dan lain-lain dari ayat-ayat yang menunjukkan rububiyah Allah terhadap segala mahluk secara umum dan terhadap manusia secara khusus.
Mentauhidkan Allah dari sisi rububiyah mengharuskan peribadatan hanya kepadaNya saja dan tidak boleh memalingkan peribadatan itu kepada selainNya, Allah Subhanahu Wata’ala berfirman, Maryam : 65
رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا فَاعْبُدْهُ وَاصْطَبِرْ لِعِبَادَتِهِ ۚ هَلْ تَعْلَمُ لَهُ سَمِيًّا
“Allah pemelihara langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya maka sembahlah Ia dan kuatkan kesabaranmu ibadah kepadaNya, apakah engkau mengetahui ada yang sama denganNya ?!”.
Wallahul musta’an.