Bismillah
Assalamualaikum
Tauhidullah fil uluhiyah disebut juga dengan tauhidullah fil ‘ibadah artinya menetapkan Allah sebagai satu-satunya yang disembah, yang manusia beribadah kepadaNya saja, tak ada sekutu baginya, dan mengingkari segala sembahan selainNya dan segala peribadatan yang ditujukan kepada selainNya, barang siapa yang menyembah selainNya ia telah jatuh dalam syirik yang besar.
Allah Subhanahu Wata’ala berfirman, Luqmān : 22
وَمَنْ يُسْلِمْ وَجْهَهُ إِلَى اللَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَىٰ ۗ وَإِلَى اللَّهِ عَاقِبَةُ الْأُمُورِ
“barang siapa yang menyerahkan diri kepada Allah sedang dia berbuat baik maka ia telah berpegang teguh pada pegangan yang kokoh dan kepada Allah kesudahan segala perkara” (Luqman 22).
Dan berfirman, An-Nisā : 125
وَمَنْ أَحْسَنُ دِينًا مِمَّنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ وَاتَّبَعَ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا ۗ وَاتَّخَذَ اللَّهُ إِبْرَاهِيمَ خَلِيلًا
Siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang memasrahkan dirinya kepada Allah, sedangkan dia muhsin (orang yang berbuat kebaikan) dan mengikuti agama Ibrahim yang hanif? Dan Allah telah menjadikan Ibrahim sebagai kekasih(-Nya). (annisaa 125).
Kalimat “menyerahkan diri kepada Allah dan berbuat baik” artinya beribadah, maknanya siapakah yang lebih baik agamanya dari orang yang menjadikan hidup dan matinya untuk ibadah kepada Allah sedang dia berpegang pada agama nabi Ibrahim yaitu agama Islam.
Agama Islam disandarkan Allah Subhanahu Wata’ala kepada nabi Ibrahim Alaihi Sholatu Wassalam dan tidak disandarkan kepada siapapun selainnya.
Kalimat “menyerahkan diri kepada Allah”, ini adalah perbuatan hati yang terdiri dari delapan bagian, yaitu khasyah (takut), raja’ (harap), tawakkal (menyerah), khudhu’ (merendahkan diri), ikhlas, shidq (jujur), cinta dan ridho.
Inilah delapan perasaan yang menghiasi hati ketika sedang beribadah bila kesemuanya diserahkan kepada Allah Subhanahu Wata’ala ketika sedang melaksanakan amalan-amalan ketaatan baik ketika melaksanakan perintah atau menjauhi larangan maka inilah yang disebut beribadah.
Kalimat “dan dia berbuat baik”, ini adalah perbuatan anggota badan, berbuat baik dalam hal ini dinilai berdasar tuntunan Alqur’an dan sunnah baik dalam hal ibadah mahdhoh (semata-mata ibadah) seperti sholat, puasa, dzikir, haji, baca Alqur’an, atau ibadah gairu mahdhoh seperti bakti kepada orang tua, silaturahim, menjenguk orang sakit, memberi nasehat, zakat, sedekah, dan lain-lain.
Maka orang yang paling baik agamanya hanyalah mereka yang jadikan hidup dan matinya untuk ibadah kepada Allah Subhanahu Wata’ala, atau menghabiskan hidupnya untuk berserah diri kepada Allah sembari melaksanakan amalan-amalan ketaatan, dialah yang telah mewujudkan hakikat penciptaan manusia di alam semesta, sebagaimana firman Allah Subhanahu Wata’ala Al-Mu’minūn : 115
أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ
Apakah kamu mengira bahwa Kami menciptakan kamu main-main (tanpa ada maksud) dan kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?
Dan berfirman, Aż-Żāriyāt : 56-58
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
مَا أُرِيدُ مِنْهُمْ مِنْ رِزْقٍ وَمَا أُرِيدُ أَنْ يُطْعِمُونِ
إِنَّ اللَّهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ
Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku. Aku tidak menghendaki rezeki sedikit pun dari mereka dan tidak menghendaki agar mereka memberi makan kepada-Ku. Sesungguhnya Allahlah Maha Pemberi Rezeki yang mempunyai kekuatan lagi sangat kukuh.
wallahul musta’an.