Bismillah
Assalamualaikum
Dgn memahami tentang asma’ul husna, nama-nama dan sifat Alloh Subhanahu Wata’ala yg agung akan lebih mendekatkan hamba dg PenciptaNya, hamba akan memahami jati dirinya dan hakikat penciptaan dirinya dikehidupan ini.
Apakah ada makhluk Allah selain anda yg menghimpun dua sifat yg bertentangan !? Berbuat salah lalu bertaubat, melampaui batas dan minta diampuni, kikir tapi mau juga berkorban, dan yg paling ganjil adalah manusia adalah makhluk sesat yg selalu mencari Tuhan.
Asma’ul husna artinya nama-nama yang paling indah, Allah Subhanahu Wata’ala memiliki 99 asma’ul husna, dan satu ismul a’dham atau nama Agung.
Asma’ul husna adalah bagian yang tidak terpisahkan dari tiga pembagian tauhid yang telah diterangkan sebelumnya yg dengan asma’ul husna itulah Allah berhak sebagai satu-satunya pemelihara, raja dan sembahan.
Dari 99 itu, 33 adalah lawazim dari sifat rububiyahNya, 33 lagi adalah lawazim dari sifat uluhiyahNya dan 33 lainnya adalah lawazim dari sifat mulkiyahNya.
Bila anda menghitung asma’ul husna akan didapati nama-nama dan sifat itu terkait erat dengan tiga pembagian tauhid tersebut atau merupakan lawazimnya atau konsekwensinya, misalkan anda menyebut nama dan sifat Allah alkhallaq, arrazzaq, alganiy, almushawwir, albaari dan seterusnya, maka nama-nama dan sifat ini adalah bagian yang tidak terpisahkan atau konsekwensi dari sifat rububiyahNya.
Juga bila anda menyebutkan al qoodir, al jabbar, alqohhar, syadidul ‘iqob, ‘azizun zuntiqom, fa’aalun limaa yuried, yahkumu ma yuried dan seterusnya, maka ini adalah bagian yang tidak terpisahkan atau konsekwensi dari sifat mulkiyahNya.
Begitu pula bila anda menyebut alhayyul qoyyum, al ahad, asshomad, Alghoffar, attawwab, assyakur, almu’min, dan seterusnya, ini adalah bagian yang tidak terpisahkan atau konsekwensi dari sifat uluhiyahNya.
Dengan demikian menjadi jelas bahwa asma’ul husna bagi Allah Subhanahu Wata’ala adalah bagian yang tidak terpisahkan atau konsekwensi dari tiga bagian tauhid tersebut.
Alloh Subhanahu Wata’ala berfirman Al-Ḥasyr : 24
هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ ۖ لَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ ۚ يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
Dialah Allah Yang Maha Pencipta (alkholiq), Yang Mewujudkan dari tiada (albaari’), dan Yang Membentuk rupa (almushawwir). Dia memiliki nama-nama yang indah. Apa yang di langit dan di bumi senantiasa bertasbih kepada-Nya. Dialah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.
Dan berfirman Al-Isrā : 110
قُلِ ادْعُوا اللَّهَ أَوِ ادْعُوا الرَّحْمَٰنَ ۖ أَيًّا مَا تَدْعُوا فَلَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ ۚ وَلَا تَجْهَرْ بِصَلَاتِكَ وَلَا تُخَافِتْ بِهَا وَابْتَغِ بَيْنَ ذَٰلِكَ سَبِيلًا
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Serulah ‘Allah’ atau serulah ‘Ar-Raḥmān’! Nama mana saja yang kamu seru, (maka itu baik) karena Dia mempunyai nama-nama yang terbaik (Asmaulhusna). Janganlah engkau mengeraskan (bacaan) salatmu dan janganlah (pula) merendahkannya. Usahakan jalan (tengah) di antara (kedua)-nya!”
Wallahul musta’an.