Bismillah
Assalamualaikum
SYIRIK BESAR bagian 21
Allah Subhanahu Wata’ala berfirman An-Nisā : 138-139
بَشِّرِ الْمُنَافِقِينَ بِأَنَّ لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا
الَّذِينَ يَتَّخِذُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ ۚ أَيَبْتَغُونَ عِنْدَهُمُ الْعِزَّةَ فَإِنَّ الْعِزَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا
Berilah kabar ‘gembira’ kepada orang-orang munafik bahwa sesungguhnya bagi mereka azab yang sangat pedih. (Yaitu) mereka yang menjadikan orang-orang kafir sebagai pemimpin dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kemuliaan di sisi orang kafir itu? (Ketahuilah) sesungguhnya semua kemuliaan itu milik Allah.
Dan berfirman An-Nisā : 144-147
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ ۚ أَتُرِيدُونَ أَنْ تَجْعَلُوا لِلَّهِ عَلَيْكُمْ سُلْطَانًا مُبِينًا
إِنَّ الْمُنَافِقِينَ فِي الدَّرْكِ الْأَسْفَلِ مِنَ النَّارِ وَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ نَصِيرًا
إِلَّا الَّذِينَ تَابُوا وَأَصْلَحُوا وَاعْتَصَمُوا بِاللَّهِ وَأَخْلَصُوا دِينَهُمْ لِلَّهِ فَأُولَٰئِكَ مَعَ الْمُؤْمِنِينَ ۖ وَسَوْفَ يُؤْتِ اللَّهُ الْمُؤْمِنِينَ أَجْرًا عَظِيمًا
Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menjadikan orang-orang kafir sebagai pemimpin selain dari orang-orang mukmin. Apakah kamu ingin memberi alasan yang jelas bagi Allah (untuk menghukummu)?
Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) di tingkat paling bawah dari neraka. Dan kamu tidak akan mendapati seorang penolong pun bagi mereka.
Kecuali, orang-orang yang bertobat, memperbaiki diri, berpegang teguh pada (agama) Allah, dan dengan ikhlas (menjalankan) agama mereka karena Allah, mereka itu bersama orang-orang mukmin. Kelak Allah akan memberikan pahala yang besar kepada orang-orang mukmin.
Bila anda telah mengerti tentang thogut maka abdi thogut tentu saja mereka yg menyerahkan diri kepada thogut, percaya padanya, bergabung dengannya dan mengabdi kepadanya.
Salah satunya adalah mereka yg tergabung dalam suatu institusi yg menjunjung tinggi hukum buatan manusia sambil mencampakkan hukum-hukum Allah Subhanahu Wata’ala, alqur’an dan sunnah, mereka termasuk dalam golongan yg diancam oleh Allah Subhanahu Wata’ala dalam ayat-ayat diatas, mereka telah dicap sebagai orang-orang munafiq yg akan ditempatkan dikerak neraka paling bawah, Na’udzubillah mindzalik.
Nabi Shollallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “akan berkuasa atas kalian pemimpin-pemimpin yang mendekatkan padanya orang-orang jelek dari manusia dan mengakhirkan shalat dari waktunya, barang siapa mendapati hal itu, jangan sekali-kali jadi pemandu, penjaga, pengumpul dan pencatat”.(Silsilatu Shahihah 360),
Sistem kepemimpinan apapun selain Khalifah adalah kepemimpinan yg berbasis duniawi maka pegawai atau pekerjanya tentu tidak akan lepas dari 4 kategori ini, sehingga hadits ini cukup sebagai dalil bahwa seorang Muslim tidak pantas bergabung dalam kepemimpinan ini walau dalam posisi apapun, pegawai, buruh kontrak ataupun sukarelawan.
Alloh Subhanahu Wata’ala berfirman Al-Mā’idah : 60
قُلْ هَلْ أُنَبِّئُكُمْ بِشَرٍّ مِنْ ذَٰلِكَ مَثُوبَةً عِنْدَ اللَّهِ ۚ مَنْ لَعَنَهُ اللَّهُ وَغَضِبَ عَلَيْهِ وَجَعَلَ مِنْهُمُ الْقِرَدَةَ وَالْخَنَازِيرَ وَعَبَدَ الطَّاغُوتَ ۚ أُولَٰئِكَ شَرٌّ مَكَانًا وَأَضَلُّ عَنْ سَوَاءِ السَّبِيلِ
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Apakah akan aku beritakan kepadamu tentang sesuatu yang lebih buruk pembalasannya daripada itu di sisi Allah? (Yaitu balasan) orang yang dilaknat dan dimurkai Allah (yang) di antara mereka Dia jadikan kera dan babi. (Juga balasan buat mereka yg) menyembah Tagut.” Mereka itu lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus.
Wallahul musta’an.