BERLEBIHAN DLM CINTA RASUL

Bismillah
Assalamualaikum

SYIRIK BESAR bagian 13

Nabi Shollallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,
“Tidak beriman seorang dari kalian hingga jadikan Allah dan Rasulnya lebih dicintai dari selain keduanya.

Tidak beriman seorang dari kalian hingga dilemparkan kedalam api lebih disukai dari kembali pada kekafiran setelah Allah selamatkan dia darinya.

Tidak beriman seorang dari kalian hingga lebih mencintai aku dari anaknya orang tuanya dan manusia semuanya” (Ahmad 12672)

Mencintai Nabi Shollallahu Alaihi Wasallam adalah salah satu prinsip dasar dari agama ini maka tidak dianggap beriman orang yang tidak menjadikan Rasulullah Muhammad Shollallahu ‘Alaihi Wasallam lebih dicintai dari dirinya sendiri, anak anaknya, orang tuanya, dan manusia semuanya.

Artinya mencintai Nabi Shollallahu Alaihi Wasallam termasuk diantara kewajiban agama yang paling utama. Oleh karena itu seorang muslim dalam mewujudkannya harus memahami aturan-aturan syariat terlebih dahulu sehingga terhindar dari prilaku ghuluw atau kaku.

Nah diantara prilaku ghuluw (berlebihan) yg banyak kaum Muslimin terjatuh padanya adalah antara lain ;

# Allah Subhanahu Wata’ala berfirman 58.Al-Mujādalah : 8

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ نُهُوا عَنِ النَّجْوَىٰ ثُمَّ يَعُودُونَ لِمَا نُهُوا عَنْهُ وَيَتَنَاجَوْنَ بِالْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَمَعْصِيَتِ الرَّسُولِ وَإِذَا جَاءُوكَ حَيَّوْكَ بِمَا لَمْ يُحَيِّكَ بِهِ اللَّهُ وَيَقُولُونَ فِي أَنْفُسِهِمْ لَوْلَا يُعَذِّبُنَا اللَّهُ بِمَا نَقُولُ ۚ حَسْبُهُمْ جَهَنَّمُ يَصْلَوْنَهَا ۖ فَبِئْسَ الْمَصِيرُ

“apakah engkau tidak memperhatikan orang-orang yg dilarang berbisik, lalu kembali melakukannya lagi, mereka membisikkan dosa, permusuhan dan maksiat kepada Rasul, bila mendatangimu mereka ucapkan kata-kata penghormatan padamu yg Allah tidak lakukan padamu, sambil membatin “kenapa Allah tidak mengadzab kita dengan kata kata ini”. Cukup NERAKA jahanam buat mereka dan itulah seburuk buruk tempat kembali” (almujadalah 8)

Ayat ini menuntunkan agar jangan mengungkapkan kata-kata penghormatan terhadap Rasulullah Shollallahu Alaihi Wasallam apa yang Allah Subhanahu Wata’ala tidak menggunakannya. Seperti ungkapan mereka sayyidina, mawlaana, habibana, khairana, ibnu khairana, khaira maulud, khaira khalqillah, dan yg semacamnya.

Seorang berkata kepada Nabi Shollallahu Alaihi Wasallam “wahai Muhammad, wahai sayyidina, wahai anak sayyidina, wahai orang terbaik kami, wahai anak orang terbaik kami” maka Nabi Shollallahu Alaihi Wasallam bersabda “wahai sekalian manusia, berpegang teguhlah pada ketaqwaan dan jangan mau disesatkan oleh syetan, Aku adalah Muhammad bin Abdullah hamba Allah dan Rasul Nya, Demi Allah aku tidak suka bila kalian menyanjungku melebihi kedudukanku yang diberikan Allah azza wajalla padaku” (Ahmad 12573)

Hadits ini menuntunkan agar jangan mengungkapkan kata sayyidina atau yang semacamnya dan hendaknya kaum Muslimin merasa cukup dengan ungkapan HAMBA ALLAH DAN RASULNYA.

# Begitu pula dengan sanjungan yang berlebihan terhadap Nabi Shollallahu alaihi wasallam contohnya seperti dalam kitab barzanji Anta syamsun, anta badrun, anta nurun fauqa nurin, anta misbahussudur dan seterusnya.

Nabi Shollallahu Alaihi Wasallam bersabda “Janganlah kalian berlebihan menyanjung aku sebagaimana orang-orang nasrani berlebihan menyanjung Isa putra Maryam, aku tiada lain hanya hamba Allah dan RasulNya maka katakan saja HambaNya dan Rasul-Nya” (Bukhari 3261).

# Dan bersabda “Allah melaknat Yahudi dan Nasrani karena mereka menjadikan kuburan Nabi-nabi mereka sebagai tempat sujud” (Bukhari 425 Muslim 531)

Hadits ini menuntunkan agar jangan menjadikan kuburan Nabi, kuburan wali, kuburan orang shaleh, atau yang lainnya sebagai tempat ibadah.

# Seorang berkata kepada Nabi Shollallahu Alaihi Wasallam “sesuai kehendak Allah dan kehendakmu” maka Nabi Shollallahu Alaihi Wasallam membantahnya “apakah engkau samakan aku dengan Allah? Seharusnya kamu berkata “sesuai kehendak Allah semata” (Ahmad 2561)

# Keyakinan sebagian orang tentang cahaya Muhammad Shollallahu alaihi wassalam, bahwa cahaya muhammad adalah yg pertama diciptakan berdasarkan riwayat maudhu (palsu) “yg pertama kali diciptakan oleh Allah adalah cahaya nabimu wahai Jabir”

Riwayat yg shahih berbunyi “sesungguhnya yg pertama kali diciptakan oleh Allah adalah pena kemudian diperintahkan padanya mencatat segala sesuatu yang akan terjadi” (silsilah asshahihah 133/257)

# Memperingati hari maulud Nabi Shollallahu alaihi wasallam dg seremonial, ritual, jamuan dan makan-makan, sebagai wujud cinta Rasul adalah merupakan perkara yg tdk ada landasannya dalam alqur’an dan sunnah,

Apalagi bahwa hari kelahiran Nabi Shollallahu alaihi wasallam adalah bertepatan dengan hari wafat beliau, sehingga bergembira dihari wafatnya adalah termasuk bentuk penghinaan.

Yg dilakukan oleh Nabi shollallahu alaihi Wasallam dihari kelahiran beliau adalah berpuasa yaitu hari senin, bertepatan dg hari diangkatnya pahala anak manusia, Nabi Shollallahu alaihi wassalam bersabda “saya pingin agar saat diangkat amalku aku sedang berpuasa” (Annasai 2358)
Jadi alasan dibalik sunnah berpuasa dihari senin bukan karena itu adalah hari kelahiran beliau Shollallahu alaihi Wasallam.

# Dewasa ini banyak ditemukan sholawat terhadap Nabi Shollallahu alaihi wasallam hasil gubahan yg di jadikan nyanyian dg beragam variasi kata, gaya lantunan dan irama, nyanyian merdu bernuansa sholawat ini dinyanyikan saat perayaan hari-hari besar, acara keluarga dan yg lainnya,

Kaum Muslimin hendaknya menyadari prilaku menyimpang, dan pelanggaran besar ini, Sungguh ironis bahwa mereka melakukan semua hal ini sambil berharap kebaikan dan pahala yg besar, semoga kaum Muslimin segera sadar dan meninggalkan prilaku buruk ini, wallahul musta’an.

Tinggalkan Komentar