Bismillah
Assalamualaikum
SYIRIK BESAR bagian 17
Alloh Subhanahu Wata’ala berfirman, 4.An-Nisā : 115
وَمَنْ يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَىٰ وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّىٰ وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ ۖ وَسَاءَتْ مَصِيرًا
Siapa yang menentang Rasul setelah jelas kebenaran baginya dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan dalam kesesatannya dan akan Kami masukkan ke dalam (neraka) Jahanam. Itu seburuk-buruk tempat kembali.
Dan berfirman An-Nisā : 41
فَكَيْفَ إِذَا جِئْنَا مِنْ كُلِّ أُمَّةٍ بِشَهِيدٍ وَجِئْنَا بِكَ عَلَىٰ هَٰؤُلَاءِ شَهِيدًا
يَوْمَئِذٍ يَوَدُّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَعَصَوُا الرَّسُولَ لَوْ تُسَوَّىٰ بِهِمُ الْأَرْضُ وَلَا يَكْتُمُونَ اللَّهَ حَدِيثًا
Bagaimanakah (keadaan manusia kelak pada hari Kiamat) ketika Kami mendatangkan seorang saksi (rasul) dari setiap umat dan Kami juga mendatangkan engkau (Nabi Muhammad) sebagai saksi atas mereka?
Pada hari itu orang-orang yang kufur dan mendurhakai Rasul berharap seandainya mereka diratakan dengan tanah (dikubur atau hancur luluh menjadi tanah), padahal mereka tidak dapat menyembunyikan suatu kejadian pun dari Allah.
Dan berfirman Āli ‘Imrān : 86
كَيْفَ يَهْدِي اللَّهُ قَوْمًا كَفَرُوا بَعْدَ إِيمَانِهِمْ وَشَهِدُوا أَنَّ الرَّسُولَ حَقٌّ وَجَاءَهُمُ الْبَيِّنَاتُ ۚ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ
أُولَٰئِكَ جَزَاؤُهُمْ أَنَّ عَلَيْهِمْ لَعْنَةَ اللَّهِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ
خَالِدِينَ فِيهَا لَا يُخَفَّفُ عَنْهُمُ الْعَذَابُ وَلَا هُمْ يُنْظَرُونَ
Bagaimana (mungkin) Allah memberikan petunjuk kepada suatu kaum yang kufur setelah mereka beriman padahal mereka menyaksikan bahwa Rasul itu benar dan bukti-bukti yang jelas telah sampai kepada mereka? Allah tidak akan memberi petunjuk kepada kaum yang zalim. Mereka itu, balasannya adalah ditimpa laknat Allah, para malaikat, dan manusia seluruhnya.
Mereka kekal di dalamnya (laknat). Tidak akan diringankan azab dari mereka, dan mereka tidak diberi penangguhan. (86-88)
Nabi Shollallahu alaihi wasallam bersabda, “tdk akan dianggap beriman seorang pun dari kalian sehingga Aku lebih dicintai olehnya dari orang tuanya, anak anaknya dan manusia semuanya”
Dalam surah alhasyr ayat 7 Allah Subhanahu Wata’ala berfirman
مَا أَفَاءَ اللَّهُ عَلَىٰ رَسُولِهِ مِنْ أَهْلِ الْقُرَىٰ فَلِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ وَلِذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَابْنِ السَّبِيلِ كَيْ لَا يَكُونَ دُولَةً بَيْنَ الْأَغْنِيَاءِ مِنْكُمْ ۚ وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
Apa saja (harta yang diperoleh tanpa peperangan) yang dianugerahkan Allah kepada Rasul-Nya dari penduduk beberapa negeri adalah untuk Allah, Rasul, kerabat (Rasul), anak yatim, orang miskin, dan orang yang dalam perjalanan. (Demikian) agar harta itu tidak hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. Apa yang diberikan Rasul kepadamu terimalah. Apa yang dilarangnya bagimu tinggalkanlah. Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya.
Dalam surah alhujurat ayat 1-2 Allah Subhanahu Wata’ala berfirman
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُقَدِّمُوا بَيْنَ يَدَيِ اللَّهِ وَرَسُولِهِ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَرْفَعُوا أَصْوَاتَكُمْ فَوْقَ صَوْتِ النَّبِيِّ وَلَا تَجْهَرُوا لَهُ بِالْقَوْلِ كَجَهْرِ بَعْضِكُمْ لِبَعْضٍ أَنْ تَحْبَطَ أَعْمَالُكُمْ وَأَنْتُمْ لَا تَشْعُرُونَ
Wahai orang-orang yang beriman, janganlah mendahului Allah dan Rasul-Nya dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
Wahai orang-orang yang beriman, janganlah meninggikan suaramu melebihi suara Nabi dan janganlah berkata kepadanya dengan suara keras sebagaimana kerasnya (suara) sebagian kamu terhadap yang lain. Hal itu dikhawatirkan akan membuat (pahala) segala amalmu terhapus, sedangkan kamu tidak menyadarinya.
Semua dalil ini menjelaskan tentang bagaimana seharusnya sikap dan cara yg dituntunkan dalam memuliakan Rasul-Rasul Alloh Subhanahu Wata’ala,
Kemudian dalam surah alqoshash 65, 66 Allah Subhanahu Wata’ala berfirman
وَيَوْمَ يُنَادِيهِمْ فَيَقُولُ مَاذَا أَجَبْتُمُ الْمُرْسَلِينَ
فَعَمِيَتْ عَلَيْهِمُ الْأَنْبَاءُ يَوْمَئِذٍ فَهُمْ لَا يَتَسَاءَلُونَ
(Ingatlah) hari ketika Dia (Allah) menyeru mereka lalu berfirman, “jawaban apakah yg kalian berikan terhadap seruan para Rasul ?”
Maka, tertutuplah bagi mereka segala macam alasan pada hari itu. Oleh karena itu, mereka tidak saling bertanya.
Dalam ayat ini Allah Subhanahu Wata’ala menanyakan tentang jawaban ummat manusia terhadap seruan para Rasul, ada yg menyambutnya lalu bergabung dengannya dan berbaiat padanya, ada pula sebaliknya dg mendustakan dan mengolok-olok.
Begitu pula dengan seruan Almahdy yg menyeru ummat kepada aljamaah, bersatu, bersinergi dan bersaudara, dibawah komando khalifah almahdy, inilah kesempatan bagi mereka membuktikan diri sebagai Muslim atau bukan, menyambut atau mendustakan. Yg jelas pertanyaan Allah Subhanahu Wata’ala dalam ayat ini kelak pasti akan dihadapkan. wallahul musta’an.