FATTAN, Pelaku Fitnah

Bismillah
Assalamualaikum

SYIRIK BESAR bagian 11

Fitnah termasuk salah satu dari adzab Allah Subhanahu Wata’ala yg akan ditimpakan kepada suatu kaum yg enggan berpegang teguh pada ketetapan Rasul-Nya Allah Subhanahu Wata’ala berfirman An-Nūr : 63

لَا تَجْعَلُوا دُعَاءَ الرَّسُولِ بَيْنَكُمْ كَدُعَاءِ بَعْضِكُمْ بَعْضًا ۚ قَدْ يَعْلَمُ اللَّهُ الَّذِينَ يَتَسَلَّلُونَ مِنْكُمْ لِوَاذًا ۚ فَلْيَحْذَرِ الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَنْ تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Janganlah kamu menjadikan panggilan Rasul (Nabi Muhammad) di antara kamu seperti panggilan sebagian kamu kepada sebagian (yang lain). Sungguh, Allah mengetahui orang-orang yang keluar (secara) sembunyi-sembunyi di antara kamu dengan berlindung (kepada kawannya). Maka, hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul-Nya takut akan mendapat fitnah atau ditimpa azab yang pedih.

Allah Subhanahu Wata’ala menerangkan ttg fitnah dan adzab yg pedih dalam firmanNya 6.Al-An’ām : 65

قُلْ هُوَ الْقَادِرُ عَلَىٰ أَنْ يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عَذَابًا مِنْ فَوْقِكُمْ أَوْ مِنْ تَحْتِ أَرْجُلِكُمْ أَوْ يَلْبِسَكُمْ شِيَعًا وَيُذِيقَ بَعْضَكُمْ بَأْسَ بَعْضٍ ۗ انْظُرْ كَيْفَ نُصَرِّفُ الْآيَاتِ لَعَلَّهُمْ يَفْقَهُونَ

Katakanlah, “Dia Allah Yang Mahakuasa mengirimkan azab kepadamu, dari atas atau dari bawah kakimu atau Dia memecah belah kamu menjadi golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebagian kamu keganasan sebagian yang lain.” Perhatikanlah, bagaimana Kami menjelaskan berulang-ulang tanda-tanda (kekuasaan Kami) agar mereka memahami(-nya).

FITNAH dalam bahasan ini adalah kerusakan pada agama, ketika kaum Muslimin kacau dalam permasalahan agama akibat dari tidak mengembalikan permasalahan agama pada ahlinya, meremehkan RasulNya atau tidak percaya sepenuhnya kepada ketetapan Rasul Allah dalam perkara agama, merasa masih ada pilihan lain atau masih boleh pilah pilih diantara perkataan ulama, ustadz, syeikh dan semacamnya, maka timbullah perbedaan pandangan, ikhtilaf dan khilafiyah dalam perkara agama yg berujung pada perselisihan, cekcok hingga sebagian arogan kepada yg lain.

Keganasan paling ringan adalah ketika mereka saling tahdzir saling hajr, saling boikot, saling tuding, saling ghibah mengghibah, saling mempermalukan dg mengumbar aib masing masing ditengah khalayak. Dan yang paling berat adalah ketika mereka saling penggal leher, saling menghalalkan darah, harta, nyawa, kehormatan dan wanita.

Allah Subhanahu Wata’ala berfirman 8.Al-Anfāl : 24-25

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَجِيبُوا لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ ۖ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ يَحُولُ بَيْنَ الْمَرْءِ وَقَلْبِهِ وَأَنَّهُ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ
وَاتَّقُوا فِتْنَةً لَا تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْكُمْ خَاصَّةً ۖ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Wahai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan Rasul apabila menyerumu kepada sesuatu yang memberi kehidupan kepadamu! Ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dengan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan.

Dan jagalah dirimu dari fitnah yang tidak hanya menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Ketahuilah bahwa Allah Mahakeras hukuman-Nya.

Artinya hendaklah takut dan menjaga diri jangan sampai kalian yg jadi penyebab atau pemicu fitnah yg bila terjadi maka akibatnya tidak hanya menimpa orang yg berbuat saja atau pelakunya saja tapi akibatnya atau hukumannya dirasakan oleh semua kaum Muslimin.

Pelaku dari fitnah ini disebut FATTAN, yaitu mereka yg merusak agama dg ijtihad dan fatwa-fatwa sesatnya, merusak hubungan sosial diantara sesama manusia, merusak hubungan keluarga, merusak persatuan dan kesatuan ummat, membuat kekacauan ditengah masyarakat, menyebarkan provokasi agar ummat saling bermusuhan, saling benci dan saling menyerang, dan dosanya termasuk diantara dosa terbesar.

Allah Subhanahu Wata’ala berfirman Al-Baqarah : 217

يَسْأَلُونَكَ عَنِ الشَّهْرِ الْحَرَامِ قِتَالٍ فِيهِ ۖ قُلْ قِتَالٌ فِيهِ كَبِيرٌ ۖ وَصَدٌّ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ وَكُفْرٌ بِهِ وَالْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَإِخْرَاجُ أَهْلِهِ مِنْهُ أَكْبَرُ عِنْدَ اللَّهِ ۚ وَالْفِتْنَةُ أَكْبَرُ مِنَ الْقَتْلِ ۗ وَلَا يَزَالُونَ يُقَاتِلُونَكُمْ حَتَّىٰ يَرُدُّوكُمْ عَنْ دِينِكُمْ إِنِ اسْتَطَاعُوا ۚ وَمَنْ يَرْتَدِدْ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَيَمُتْ وَهُوَ كَافِرٌ فَأُولَٰئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ۖ وَأُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang berperang pada bulan haram. Katakanlah, “Berperang di bulan itu adalah (dosa) besar. Namun, menghalangi (orang) dari jalan Allah, ingkar kepada-Nya, (menghalangi orang masuk) Masjidilharam, dan mengusir penduduk dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) dalam pandangan Allah, Fitnah lebih besar daripada pembunuhan. Mereka tidak akan berhenti memerangi kamu sampai kamu murtad (keluar) dari agamamu jika mereka sanggup. Siapa di antara kamu yang murtad dari agamanya lalu dia mati dalam kekafiran, sia-sialah amal mereka di dunia dan akhirat. Mereka itulah penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya.”

Dan berfirman Al-Baqarah : 191

وَاقْتُلُوهُمْ حَيْثُ ثَقِفْتُمُوهُمْ وَأَخْرِجُوهُمْ مِنْ حَيْثُ أَخْرَجُوكُمْ ۚ وَالْفِتْنَةُ أَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ ۚ وَلَا تُقَاتِلُوهُمْ عِنْدَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ حَتَّىٰ يُقَاتِلُوكُمْ فِيهِ ۖ فَإِنْ قَاتَلُوكُمْ فَاقْتُلُوهُمْ ۗ كَذَٰلِكَ جَزَاءُ الْكَافِرِينَ

Bunuhlah mereka (yang memerangimu) di mana pun kamu jumpai dan usirlah mereka dari tempat mereka mengusirmu. Karena fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan. Lalu janganlah kamu perangi mereka di Masjidilharam, kecuali jika mereka memerangimu di tempat itu. Jika mereka memerangimu, maka perangilah mereka. Demikianlah balasan bagi orang-orang kafir.

Oleh karena besarnya dosa dari prilaku ini maka Allah Subhanahu Wata’ala juga menetapkan hukuman yg berat atas pelakunya, Allah Subhanahu Wata’ala berfirman Al-Mā’idah : 33

إِنَّمَا جَزَاءُ الَّذِينَ يُحَارِبُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَسْعَوْنَ فِي الْأَرْضِ فَسَادًا أَنْ يُقَتَّلُوا أَوْ يُصَلَّبُوا أَوْ تُقَطَّعَ أَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُمْ مِنْ خِلَافٍ أَوْ يُنْفَوْا مِنَ الْأَرْضِ ۚ ذَٰلِكَ لَهُمْ خِزْيٌ فِي الدُّنْيَا ۖ وَلَهُمْ فِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ

Balasan bagi orang-orang yang memerangi Allah dan rasul-Nya serta membuat kerusakan di bumi hanyalah dibunuh, disalib, dipotong tangan dan kaki mereka secara silang, atau diasingkan dari tempat kediamannya. Yang demikian itu merupakan kehinaan bagi mereka di dunia, dan di akhirat (kelak) mereka akan mendapat azab yang sangat berat.

Kata qottalu, shollabu dan tuqotta’a dalam ayat ini adalah fi’il musyaddadah yg mengandung makna mubalaghoh, artinya bunuh lebih dari sekedar dibunuh, bisa dgn dijatuhkan dari tempat yang tinggi, atau ditenggelamkan atau yang lainnya, salib lebih dari sekedar disalib bisa dgn disalib lalu dilempari batu hingga mati, begitu pula dipotong tangan dan kaki bersilang lalu dijemur hingga mati.

Bahkan pelaku fitnah atau fattan manakala dilakukan dengan berkelompok dg pola terorganisir adalah termasuk dari orang orang yg diperintahkan untuk diperangi, seperti komplotan perampok dan semacamnya, Allah Subhanahu Wata’ala berfirman Al-Anfāl : 38

قُلْ لِلَّذِينَ كَفَرُوا إِنْ يَنْتَهُوا يُغْفَرْ لَهُمْ مَا قَدْ سَلَفَ وَإِنْ يَعُودُوا فَقَدْ مَضَتْ سُنَّتُ الْأَوَّلِينَ
وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّىٰ لَا تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ كُلُّهُ لِلَّهِ ۚ فَإِنِ انْتَهَوْا فَإِنَّ اللَّهَ بِمَا يَعْمَلُونَ بَصِيرٌ
وَإِنْ تَوَلَّوْا فَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَوْلَاكُمْ ۚ نِعْم الْمَوْلَىٰ وَنِعْمَ النَّصِيرُ

Katakanlah kepada orang-orang yang kufur itu, “Jika mereka berhenti (dari kekafirannya dan masuk Islam), niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa mereka yang telah lalu. Jika mereka kembali lagi (memerangi Nabi), sungguh berlaku (kepada mereka) sunah (ketetapan Allah seperti yg menimpa) orang-orang terdahulu.”

Perangilah mereka sampai tidak ada lagi fitnah dan agama hanya bagi Allah. Jika mereka berhenti (memerangi kamu), sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.

Jika mereka berpaling (keras kepala), ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah pelindungmu. Dia adalah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong. (38-40)

Mengamati fenomena dakwah ditengah kaum Muslimin dg kondisi yang berpecah belah dan berkelompok kelompok, da’i dari masing-masing firqoh tampil mengelu-elukan kelompoknya sambil menjatuhkan kelompok lain, tampak mereka saling mengumbar aib, saling tuding, saling mempermalukan, mencerminkan bahwa sebagian orang yg terlibat dalam dakwah ini adalah orang-orang yg tidak mengerti tentang adab, akhlak, dan minhaj.

Yg paling mengherankan adalah justru prilaku seperti ini banyak juga dilakoni oleh ulama yg dianggap sebagai ulama senior mereka.

Apakah mereka belum sadar mengapa kaum Muslimin saat ini senantiasa dalam kehinaan dan kekalahan, Allah Subhanahu Wata’ala tak sudi menolong mereka dan tidak mendengarkan do’a mereka, hal itu tiada lain karena ditengah-tengah kaum Muslimin masih banyak pelaku fitnah atau fattan, ini menjadi tanggung jawab bagi para ahli ilmu untuk memberikan nasehat.

Prilaku fattan ini telah menciptakan fitnah dan kerusakan, telah membuat satu lobang besar pada perahu kaum Muslimin yg bisa berakibat menenggelamkan semua penumpangnya.

Perhatikanlah keadaan para sahabat assabiqunal awwalun bersama Nabi Shollallahu alaihi wassalam, agama telah menjadikan mereka bersatu dan bersaudara, sangat kontras dengan keadaan kaum Muslimin saat ini, justru orang yg dianggap paling beragama diantara mereka malah dia yg menjadi biang pemicu fitnah, perusak persatuan dan kesatuan, pemecah belah ummat, Wallahul musta’an.

Demikian nasehat ini saya sampaikan sebagai bentuk kasih sayang agar kaum Muslimin menyadari bahwa agama kita satu dan dibangun di atas persatuan dan kesatuan, diatas ALJAMAAH, dengan inilah kita kuat, dengan inilah Allah Subhanahu Wata’ala berkenan menurunkan pertolongan rahmat dan kasih sayangNya kepada umat ini, dan dengan ini pula kita akan mendapatkan kemenangan, kejayaan dan memimpin dunia, inilah target Allah dan RasulNya, marilah kita sama sama menyadari, mengamalkan dan memperjuangkannya.
Wallahul musta’an.

Tinggalkan Komentar